Selasa, 07 Juni 2011

Tips Memusnahkan Dan Menanggulangi Serangan Ulat Bulu Yang Bikin Gatal

 Ulat bulu kian merajalela saja kayaknya dan telah meluas ke beberapa daerah di Jawa dan Bali. Kalau di biarkan mungkin akan lebih meluas lagi ke daerah lain yang ada di Indonesia. Dampaknya tentu akan meresahkan warga petani yang memiliki ladang atau sawah.


Sebelum baca tips cara mengatasi ulat bulu baca dulu nih Ulat Bulu Makin Meluas Ke Daerah Lain.  atau   Hewan Langka Di Indonesia Daftar Nama Binatang Langka Yang Dilindungi Indonesia  dari blog berita Indonesia terbaru. Ulat bulu dalam jumlah besar muncul di sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali. Warga pun resah karenanya. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya digunakan cara-cara alami dan manual. Pestisida menjadi langkah terakhir mengatasi ulat bulu.

"Cara-cara manual lebih baik. Penyemprotan pestisida sebaiknya jadi langkah terakhir. Karena sayang kalau kebanyakan disemprot pestisida, nanti ada predator dan parasit yang ikut mati," kata guru besar Ilmu Hama Tanaman IPB, Prof Aunu Rauf, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/4/2011).

Dia menyarankan, jika ulat tidak terlalu banyak, maka sebaiknya ulatnya dikumpulkan lalu dikubur di dalam tanah. Selain itu apabila ulat sudah berubah menjadi kupu-kupu malam atau ngengat, maka bisa digunakan pemasangan lampu ultraviolet atau lampu biasa untuk memancing binatang tersebut.

Umumnya, ngengat tertarik dengan cahaya lampu. Karena itu, di bawah lampu dipasang ember atau baskom berisi air sabun atau minyak. Sehingga jika ngengat itu jatuh ke ember atau baskom langsung mati. Penggunaan lampu ini merupakan pencegahan si ngengat menelurkan ratusan telur yang akan berubah menjadi larva (ulat).

"Saya juga menyarankan dengan mengumpulkan kepompong. Kepompong dikumpulkan lalu dimasukkan ke botol bekas air mineral. Kalau sehat maka dia akan berubah menjadi ngengat, tapi kalau terparasit keluar seperti lebah. Kalau ngengat ya dimusnahkan, tapi kalau semacam lebah dilepaskan," terang Rauf.

Serangga semacam lebah itu ditengarai mengandung parasit sehingga berpotensi merusak telur maupun mengganggu pertumbuhan larva dari ngengat. Ulat bulu sebenarnya memiliki musuh alam yang dikenalsebagai predator.

Predator ulat bulu bukan hanya burung pemakan ulat, tetapi juga ada serangga-serangga lain. Misalnya saja laba-laba pemakan ngengat, atau serangga kepik yang mengisap ulat.

"Kepik ini mulutnya seperti jarum yang ditusuk ke ulat. Ada pula parasit yang hidup di telur atau pun di ulat. Ini dari seperti lebah yang menaruh telur di tubuh ulat, lalu ketika telur parasit menetas, dia akan menggerogoti si ulat," jelas Rauf.

Perlukah menebang dan membakar pohon yang penuh ulat? "Kalau bisa pakai cara manual, saya kira pakai yang manual saja. Tapi kalau dibakar kasihan juga pohonnya nanti habis. Bisa juga dilakukan dengan cara pengendalian dengan menggunakan insektisida yang aman bagi kesehatan dan lingkungan."

"Insektisida ini bahan aktifnya bakteri basilus. Insektisida disemprotkan di permukaan daun, lalu termakan ulat dan menghasilkan toksin. Ini hanya matikan ulat dan tidak mematikan serangga lain. Penyemprotan dilakukan saat ulat masih kecil, saat masih banyak-banyaknya makan," tutur Rauf.

Dr Ir Toto Himawan SU dari Tim Hama Penyakit Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang meneliti wabah ulat bulu di Probolinggo juga sependapat penggunaan pestisida dilakukan sebagai langkah terakhir.

"Kalau bisa jangan menggunakan pestisida, menggunakan musuh alami dan agen hayati. Lebih dari 50 persen (larva/pupa) mati terserang patogen, penyakit pada serangga, itu dimanfaatkan," jelas Toto pada detikcom.

Menurutnya, masyarakat dalam menghadapi ulat bulu bisa melepaskan musuh alami seperti semut rangrang dan burung. "Bisa diawali lepas koloni semut rangrang, taruh di pohon, jangan diganggu supaya berkembang. Kalau burung, seperti burung prenjak itu. Lampu juga signifikan agar ngengat tertarik dan kemudian dimatikan," jelas Toto.

Selain itu, bisa dengan menggunakan agen hayati seperti patogen atau penyakit yang menyerang telur, pupa dan ulat. Seperti cendawan jenis paecilomyces, virus jenis baculovirus dan bakteri bacillus.

"Menumbuhkan patogen itu bisa di laboratorium. Tapi bisa mengumpulkan pupa yang terserang jamur, penampakannya kepompong yang seperti terbungkus kapas. Itu baunya luar biasa. Itu dikumpulkan, digerus, dicampur air, kemudian disemprotkan lagi pada daun-daun itu, mumpung ulatnya baru netas, masih kecil," papar Toto.

Kalau ulat bulunya sudah terlanjur banyak dan besar, maka bisa dikumpulkan, dibakar atau dibenamkan ke dalam tanah.

Pestisida, imbuhnya, adalah cara terakhir menangani wabah ulat bulu. Karena dikhawatirkan dengan pestisida, maka status ulat bulu yang tadinya menjadi hama potensial, bisa menjadi hama utama.

"Kalau memang tidak ada cara yang lain ya memakai pestisida. Kalau ledakan populasi begitu banyak ya memakai pestisida," kata Toto. ( detiknews.com )


Tips Cara Mengatasi Gatal Akibat Ulat Bulu

Beberapa pekan ini kita dihebohkan dengan kabar kemunculan ulat bulu yang begitu banyak dibeberapa daerah di Indonesia, ulat bulu ini memang tidak terlalu membahayakan apalagi bisa menyebabkan kematian. Tetapi ulat bulu ini cukup mengganngu kenyamanan kegiatan kita sehari – hari, apalagi jumlahny mencapai ribuan bahkan jutaaan. Ditambah lagi jika ulat bulunya terkena kulit kita dan bisa menyebabkan gatal – gatal hingga kulit menjadi merah. Sampai hari ini berita di media elektronik mengabarkan kemunculan ulat bulu dibeberapa daerah di provinsi di Indonesia, seberti dibali dan dijawa barat terus bermunculan.

Nah… berdasarkan pengalaman saya, seingat saya waktu itu saya masih duduk dibangku smp. kebetulan didepan kelas juga terdapat pohon – pohon yang biasanya juga ada ulat bulunya. Pada suatu hari Dan tanpa sadar saya terkena ulat bulu tersebut saat bermain dbawah pohon tsbt, sehingga menyebabkan kulit saya gatal – gatal dan merah. Kemudian datang teman saya yang mengatakan bahwa untuk menghilangkan rasa gatal karena ulat bulu itu dioleskan saja air/getahnya dari batang labu. Kulit terluar batang labu itukan juga seperti ada bulu2nya itu, karena setahu saya apabila terkena bulu2 batang labu tersebut jg bisa menyebabkan rasa gatal. nah kulit terluarnya itu yg tipis berbulu dikupas terlebih dahulu, Setelah itu baru di oles – oleskan dengan cara memencet batang labu tersebut hingga getahnya keluar pada bagian kulit yang gatal. Sebenarnya Sayapun ragu2 untuk mencobanya, karena kebetulan dibelakang kantor kepala sekolah ada pohon labu yang tumbuh liar, sayapun mencoba mengoleskan air/getah dari batang labu itu pada kulit saya yg gatal. Dan ternyata setelah beberapa menit rasa gatalnya langsung hilang. Dan kejadian terkena gatal2 ini sering saya alami, Karena saya dan teman2 sering bermain dihutan dan disemak2 dibelakang rumah, sayapun menjadi langganan terkena gatal – gatal karena ulat bulu, dan sayapun selalu mengoleskan air/getah dari batang labu tersebut. Dan hasilnya memang ampuh. Langsung hilang rasa gatalnya.

Akhirnya saya merasa yakin, bahwa untuk mengatasi gatal-gatal karena ulat bulu obat yang paling ampuh adalah air/getah dari batang labu. Meskipun tanpa adanya penelitian secara ilmiah, saya tetap yakin hingga sekarang dg keampuhan batang labu itu. Munkin ada diantara kompasianer ingin mencobanya dan melakukan penelitian terhadap batang labu tersebut. (http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/04/13/tips-mengatasi-gatal-karena-ulat-bulu/ ) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar